BERITA

Perbendaharaan Go Green

PERBENDAHARAAN GO GREEN

Spirit untuk alam yang lebih baik

Kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim termasuk dampak kerusakan lingkungan hidup akibat aktivitas manusia sesungguhnya sudah kita rasakan sejak beberapa dekade lalu. Bahkan perusahaan-perusahaan korporasi raksasa sudah memiliki divisi khusus untuk kepedulian lingkungan ini. Seiring perkembangan, mulai dari perusahaan kecil bahkan perusahaan pemerintah/BUMN semakin mengaktualisasikan kepedulian atas lingkungan ini dalam berbagia program/kegiatan.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan, melalui Surat Edaran nomor SE-18 Tahun 2017, dalam rangkaian Hari Bakti Perbendaharaan tahun 2017 mencanangkan Perbendaharaan Go Green yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas organisasi dan dan mendorong kepedulian seluruh stakeholder terhadap lingkungan

Program perbendaharaan go green merupakan bentuk kepedulian Direktorat Jenderal Perbendaharaan terhadap lingkungan, diharapkan juga sebagai upaya meningkatkan brand image Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sebagai upaya meningkatkan efisiensi belanja dan produktivitas kerja, upaya mengedukasi seluruh Insan Perbendaharaan agar berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan serta sebagai sarana komunikasi publik bahwa Direktorat Jenderal Perbendaharaan merupakan organisasi yang memiliki komitmen dan strategi yang responsif terhadap kelestarian lingkungan.

Daratan Timor sebagai sebuah pulau karang yang tingkat curah hujannya sangat rendah sepanjang tahun, sangat tepat dengan adanya pencanangan “gerakan satu pegawai satu pohon”. Walaupun tidak memungkinkan lagi dilaksanakan di lingkungan Gedung Keuangan Negara, namun lingkungan Mess Perbendaharaan Oebobo di Jalan Suprapto dan Komplek Rumah Dinas di Jln. Keuangan Negara (belakang GKN) masih tersedia lahan untuk pohon-pohon baru.

Apabila pada tahun 2016 dilakukan penanaman khusus pohon berbuah seperti berbagai jenis mangga, maka tahun 2017 selain pohon berbuah dilakukan penanaman pohon keras seperti Mahoni, Tanjung dan Cendana sebagai tanaman ikonik NTT. Kepala Kanwil DJPBN Prov. NTT Bpk. I Nengah Gradug mengawali penanaman pohon lengkeng di komplek Oebobo mengingatkan bahwa penanaman harus diikuti aksi memelihara pohon dengan melakukan penyiraman secara konsisten. “Tanpa memelihara mustahil pohon yang kita tanam akan tumbuh baik. Ayo… semangat untuk alam lebih baik ”, tegasnya.

Selain aksi 1 pegawai 1 pohon untuk hijaunya lingkungan, juga dilaksanakan gerakan green office yaitu suatu konsep tentang sebuah kantor yang kegiatannya dijalankan dengan cara yang ramah lingkungan dengan  menerapkan perkantoran yang bersih efisien ramah hemat energi dan berbudaya lingkungan. Antusiasme pegawai menyumbang 1 bunga tumbuh telah menciptakan suasana baru di lingkungan kantor yaitu pembuatan mini garden di sekitar front office.

Dalam menjalankan aktivitas pelayanannya, Program Perbendaharan Go Green juga dilakukan melalui upaya penghematan listrik antara lain dengan menghidupkan lampu secara terbatas hanya pada area yang benar2 minim pencahayaan, meminimalkan penggunaan lift dengan memfungsikan satu unit lift, memastikan on-off komputer dan alat elektronik sesuai penggunaan. Program penghematan air melalui perbaikan seluruh keran air di GKN dan kepedulian untuk tidak membuang air secara sia-sia. Program penghematan kertas diawali dengan kewajiban penggunaan kertas pada kedua sisi, termasuk pembuatan amplop dari kertas bekas. (JS)