BERITA

Video Conference Menteri Keuangan dalam rangka Piloting Kredit Ultra Mikro (UMi) di Soe NTT

Video Conference Menteri Keuangan dalam rangka Piloting Kredit Ultra Mikro (UMi) di Soe NTT

Soe – Menteri Keuangan mengadakan video conference dalam rangka piloting pembiayaan Ultra Mikro. Pada tahun 2017 dialokasikan Rp1,5 triliun dana yang berasal dari Pusat Investasi pemerintah (PIP) untuk pembiayaan ultra mikro, diharapkan lebih dari 300 ribu nasabah UMKM baru yang akan dibiayai dengan skema kredit Ultra Mikro. Pada tahap piloting, pembiayaan Ultra Mikro akan dilaksanakan di 19 Kabupaten/Kota. Pada hari Senin, 14 Agustus 2017 dilaksanakan video conference di tujuh wilayah,   salah satu lokasi yang dipilih yaitu Kota Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang merupakan wilayah pembayaran KPPN Kupang.

 

[Pemberian bingkisan kepada kelompok binaan PNM yang mendapat kredit Ultra Mikro]

Rencananya video conference akan dilaksanakan di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat (12 km dari Soe) namun Karena keterbatasan jaringan telekomunikasi maka lokasi video conference dialihkan ke Ruang Rapat Sekda Kabupaten TTS. Video Conference dipandu oleh Bupati Soe, Paulus Mella dihadiri sekitar 27 kelompok penerima kredit Ultra Mikro, PNM, dan perwakilan dari Kementerian Keuangan yang terdiri dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, KPPN Kupang, PIP dan Direktorat Sistem Manajemen Investasi (SMI).

PNM Cabang Soe melaksanakan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam program kredit Ultra Mikro dengan pembiayaan yang berasal dari PIP. Plafon kredit yang diberikan kepada masing-masing debitur sebesar Rp2 juta. Dalam satu kelompok maksimum terdiri dari 30 debitur. Usaha yang dibiayai di Soe antara lain kerajinan tenun, kios kelontong dan lain-lain. Plafon kredit yang dikucurkan untuk 5.538 debitur (340 kelompok usaha) di Kabupaten TTS sebesar Rp11 milyar dengan outstanding kredit sebesar Rp7 milyar. Non Performing Loan (NPL) kredit Ultra Mikro tergolong rendah karena mereka menganut sistem tanggung renteng diantara kelompok usaha dan pencairan kredit yang khas yaitu hanya menyasar kepada kaum perempuan. (TEW)

[Video conference antara Menteri Keuangan di Bogor dengan kelompok usaha mikro di 7 lokasi]

[Suasana wawancara Antara Menteri Keuangan, Bupati Soe, dan kelompok binaan penerima kredit Ultra Mikro]