PENGUMUMAN

BERITA

TREASURY GOES TO CAMPUS : PERBENDAHARAAN MENYAPA DAN BEDAH BUKU KISAH SUKSES DESA AWALI RANGKAIAN KEGIATAN KPPN BLITAR PADA HARI BAKTI PERBENDAHARAAN TAHUN 2018

Blitar, http://www.djpbn.kemenkeu.go.id/kppn/blitar/id/ - Bulan Januari 2018 merupakan bulan besar bagi KPPN Blitar, karena pada tanggal 14 Januari diperingati sebagai Hari Bakti Perbendaharaan.

Hari Bakti Perbendaharaan yang bertujuan untuk memantapkan jati diri dan identitas Institusi Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharan Nomor  SE-118/PB/2017 tanggal 29 Desember 2017 hal Penyelenggaraan Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018, KPPN Blitar sebagai unit instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah turut mendukung pelaksanaan Hari Bakti Perbendaharaan Tahun 2018 dengan mengusung tema “Tingkatkan Literasi Perbendaharaan Untuk Menggemakan Pembangunan

Sederet kegiatan telah dan akan dilaksanakan oleh KPPN Blitar mulai dari kegiatan internal antara lain pencanangan program literasi perbendaharaan menulis, pelaksanaan image branding, olahraga bersama satker berupa senam aerobik dan ekshibisi Volley Ball sampai dengan kegiatan eksternal berupa perbendaharaan menyapa, perbendaharaan berbagi dalam kegiatan donor darah dan santunan yatim piatu, hingga perbendaharaan peduli lingkungan, yang masing-masing terjadwal penuh pada bulan Januari 2018.

Mengawali rangkaian kegiatan Bhakti Perbendaharaan tahun 2018 ini, KPPN Blitar melaksanakan acara Perbendaharaan Menyapa yang dikemas secara menarik dalam Talkshow Perbendaharaan Menyapa dan Bedah Buku Kisah Sukses Dana Desa Tahun 2017. Acara yang diadakan di Kampus Institut Agama Islam Negeri Tulungagung pada Kamis (11/1)  melibatkan  sejumlah mahasiswa sebagai peserta dan perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Tulungagung (DPMPD) serta Kepala Desa dan Staf dari Desa Ngrance Kec. Pakel Kab. Tulungagung.

Saifudin Zuhri, Wakil Rektor II Bidang Administrasi IAIN, yang didampingi pula Nur Effendi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, dan Samsi Kepala Biro IAIN dalam sambutannya menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya karena kegiatan ini memberikan manfaat luar biasa untuk menambah  pengetahuan kepada mahasiswa tentang APBN, khususnya pengelolaan keuangan negara serta wawasan tentang dana desa melalui bedah buku Kisah Sukses Dana Desa 2017.

Acara yang dikemas dengan format Talkshow Perbendaharaan Menyapa dengan narasumber Herbudi Adrianto, Kepala KPPN Blitar dan  Anang Dwi Kurniawan, Kasubag Umum KPPN Blitar menjadi kian menarik bagi mahasiswa karena APBN dijelaskan dengan bahasa dan analogi yang sederhana, sesekali Arinin Musta’idah yang bertindak selaku moderator melontarkan humor segar untuk menghidupkan suasana dan memberikan pertanyaan tak terduga seputar materi yang disampaikan, seperti berapa presentasi alokasi dana pendidikan dan kesehatan pada APBN, kepanjangan dari PNBP dan pertanyaan untuk narasumber dari mahasiswa terkait pembagian alokasi dana desa. Hadiah menarik disediakan panitia bagi mahasiswa yang berpartisipasi baik yang menjawab pertanyaan dari narasumber maupun yang mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Materi yang disampaikan dalam acara tersebut antara lain Pengenalan tugas dan fungsi KPPN Blitar sebagai unit vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan di daerah yang memilik tugas dan fungsi dalam pengelolaan APBN mulai dari pelaksanaan pencairan dana sampai dengan pelaporan anggaran, penatausahaan penerimaan negara dan termasuk Pengelolaan Transfer Daerah yaitu Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Desa dan materi Pengelolaan Keuangan Negara yang mencakup banyak hal, salah satunya adalah pengeluaran negara yang dilakukan oleh KPPN untuk belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial dan belanja transfer serta menatausahakan penerimaan negara termasuk Penerimaan Negara Non Pajak (PNBP).

Pada Sesi Kedua,  Acara Bedah Buku Kisah Sukses Dana Desa Tahun 2017 diawali dengan mengintisarikan pesan menteri keuangan bahwa “Anggaran yang dikelola dengan baik tidak hanya mencerminkan kualitas ekonomi yang baik, tapi mencerminkan martabat suatu bangsa yang baik”  ( Sri Mulyani Indrawati )

Alokasi Dana Desa merupakan perwujudan dari perintah Republik Indonesia bagi rakyatnya sekaligus sebagai implementasi dan desentralisasi fiskal. Kehadiran Dana Desa yang memungkinkan desa untuk mengatur keuangan sesuai dengan prioritas, potensi, kondisi dan kebutuhannya, diharapkan mampu untuk menggerakkan perekonomian sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Penyaluran Dana Desa telah dimulai sejak tahun 2015, dan pada Tahun Anggaran 2017 Direktorat Jenderal Perbendaharaan mendapatkan tugas untuk menyalurkan dana desa melalui 168 KPPN yang tersebar di seluruh Indonesia untuk 74.882 desa. Pelaksanaan, Pelaporan , Pemantuan dan Evaluasi telah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan dari hasil Pemantauan dan Evaluasi  dana desa tersebut, KPPN dapat memetik kisah sukses pelaksanaan dana desa di wilayahnya.

            Bertindak selaku Narasumber, Johanes Purbo Wasiso, Kepala Seksi Manajemen Satker dan Kepatuhan Internal, Anna Nuryanti, staf pelaksana Seksi Bank, Ali Mochtar, Kepala Bidang Penataan Pemeritah Desa DPMPD Kabupaten Tulungagung, Slamet, Kepala Desa Ngrance dan Jaelani Kepala Desa Bangunjaya.

            Pemilihan kriteria desa terbaik adalah berdasarkan masukan dari Pemerintah Daerah, yang mengetahui dengan baik bagaimana proses pengelolaan dana yang telah digulirkan serta pertanggungjawaban dalam bentuk pelaporan, Adapun nominasi yang diajukan oleh Pemerintah Daerah kemudian dilakukan pemilihan oleh KPPN dengan melihat kondisi di lapangan/survey lapangan serta membandingkan data capaian output yang tersaji dalam OMSPAN.

            Dalam uraiannya, bapak Ali Mochtar Kepala Bidang Penataan Pemeritah Desa DPMPD menjelaskan  bahwa pemerintah pusat telah tepat dalam pelaksanaan penyaluran dana desa karena dana tersebut dikelola dan diawasi oleh masyarakat, sehingga lebih tepat sasaran dan lebih mensejahterakan masyarakat desa. Pembagian besaran dana desa melalui perhitungan panjang yaitu melalui pembagian alokasi dasar yaitu alokasi yang dibagi sama per desa di seluruh Indonesia, kedua alokasi afirmasi yaitu alokasi yang tidak semua desa mendapatkan hak yang sama karena didasarkan atas beberapa kriteria seperti perkembangan tingkat kemiskinan dan yang ketiga alokasi formula yaitu alokasi berdasarkan perhitungan 20% dari dana yang tersedia untuk desa.

Lebih lanjut, Kepala Desa Ngrance yang Desa nya masuk dalam buku Kisah Sukses Dana Desa menceritakan bagaimana kondisi desa Ngrance sebelum ada Dana Desa pada tahun 2015. Desa yang berkontur tanah rawa yang ketika hujan, menjadi rawan banjir, serta tanah yang selalu dalam kondisi becek sehingga masyarakat kesulitan untuk melakukan aktifitas. Adanya Dana Desa sejak tahun 2015 sampai 2017 difokuskan untuk pembangunan jalan, irigasi dan pembangunan talud yang telah memberikan manfaat bagi warga desa, memudahkan warga desa melakukan aktifitas, yang pada akhirnya menjadikan perekonomian daerah setempat menjadi lebih maju, saat ini telah ada Pasar Ngrance yang merupakan pasar terlengkap di wilayah kecamatan pakel yang menyediakan berbagai macam kebutuhan masyarakat.

            Ditambahkan pula oleh Kepala Desa Bangun jaya sebagai tetangga desa Ngrance, bahwa Dana Desa tidak hanya memberikan manfaat kepada warga desa dalam bentuk kemudahan akses transportasi namun memberikan manfaat kepada para perangkat desa untuk belajar melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, tertib dalam menatausahakan setiap transaksi, serta membuat laporan keuangan yang akuntabel, hal ini menjadi tantangan ke depan bagi desa untuk membentuk jajaran perangkat desa yang mampu melakukan pengelolaan keuangan yang ditunjang dengan latar belakang pendidikan yang memadai.

Mengutip dari kata bijak proklamator Bung Hatta, “Indonesia tidak tidak akan besar karena obor di Jakarta, Tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa” menjadi inspirasi penulisan judul buku kisah sukses dana desa. Lilin-Lilin Cahaya di Ufuk Fajar Nusantara.