BERITA

Sosialisasi Pembiayaan UMi di Flores Timur

Salah satu program nawacita pemerintah adalah menggerakkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi strategis. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dipandang sebagai potensi dalam perekonomian Indonesia. Pemerintah memberikan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) kepada UMKM yang membutuhkan pendanaan sebagai implementasi agenda nawacita tersebut. Dengan pemberian akses kredit, diharapkan investasi dan modal kerja UMKM dapat meningkat dan menggulirkan roda perekonomian serta menyerap tenaga kerja baru.

Program pembiayaan Pemerintah memegang peranan yang sangat penting dalam usaha memajukan UMKM di Indonesia dan menjadi batu loncatan sehingga UMKM dapat berkembang lebih jauh di masa yang akan datang. Produk KUR yang telah ada selama ini masih belum dapat menjangkau 44 juta (71,4%) debitur yang menjadi target pemerintah karena terbentur aturan perbankan, khususnya bagi UMKM yang tidak memiliki jaminan. Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah membuat suatu skema yang disebut Pembiayaan UMi.

Menangkap adanya peluang pembiayaan UMi dalam mendukung perkembangan perekonomian daerah, maka Kabupaten Flores Timur mengambil inisiatif untuk menyelenggarakan "Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) kepada KSP/USP Koperasi, Usaha Mikro dan Orang Muda Wirausaha Pemula"  yang dilaksanakan pada tanggal 27 September 2018 di aula Galekat Nara, Larantuka. Kegiatan sosialisasi ini mengundang narasumber dari Ditjen Perbendaharaan yang dalam hal ini diwakili oleh KPPN Larantuka, serta mengundang pula PT. Pegadaian Cab. Maumere.

Kepala Dinas koperasi dan UKM kabupaten Flores Timur, Frederik S. Bili, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemda Flotim senantiasa memperhatikan perekonomian masyarakatnya, Pembiayaan UMi merupakan salah satu program yang menarik bagi Pemda Flotim karena melayani usaha mikro serta pengusaha pemula yang selama ini belum tersentuh kredit program. Kepala KPPN Larantuka, Iwan Teguh Setiawan, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Produk pembiayaan UMi berbeda dengan produk KUR yang sudah ada selama ini. KUR disalurkan melalui lembaga perbankan, sedangkan Pembiayaan UMi melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dikarenakan tidak semua UMKM mendapatkan akses ke perbankan. Selain itu, produk pembiayaan UMi menyasar pada debitur yang tidak memiliki jaminan dengan pinjaman maksimum 10 juta Rupiah.

Kegiatan ini cukup menarik bagi para peserta yang merupakan perwakilan Koperasi di Larantuka, para pengusaha mikro serta orang muda wirausaha pemula. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kredit pembiayaan UMi merupakan suatu hal yang baru pernah mereka dengar dan tertarik terhadap kredit program ini. Harapan para peserta adalah semoga adanya pembiayaan UMi dapat mendukung usaha mereka serta biaya dalam kredit program ini dapat terus menurun sehingga dapat meringankan beban masyarakat.