RETUR SP2D

Alasan terjadi retur SP2D antara lain :

  1. - Kesalahan/perbedaan nama/nomor rekening SP2D
  2. - Kesalahan penulisan nama bank penerima
  3. - Rekening tidak aktif/tutup/pasif

Prinsip dasar penatausahaan dana retur :

  1. - Retur yang diterima selama tahun berjalan (belum disetor ke kas negara) dapat dibayarkan kembali dengan penerbitan surat ralat rekening SP2D.
  2. - Kesalahan retur yang telah disetorkan ke kas negara dapat dibayarkan kembali melalui penerbitan SPM-PP/SP2D oleh KPPN setelah ada pengajuan surat permohonan pembayaran kembali dari KPA/satuan kerja.

Dasar hukum penyelesaian retur SP2D adalah Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-30/PB/2014 tentang Mekanisme Penyelesaian dan Penatausahaan Retur Surat Perintah Pencairan Dana Dalam Rangka Implementasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara.

Mekanisme Penyelesaian Retur SP2D :

  1. Berdasarkan pembukuan transaksi penerimaan dana retur SP2D, KPPN menyampaikan Surat Pemberitahuan Retur SP2D ke Kuasa PA/Satker dengan dilampiri Daftar Retur SP2D.
  2. Berdasarkan Surat Pemberitahuan Retur SP2D, Satker menyampaikan :
    1. Surat Ralat/Perbaikan Rekening sesuai format dalam Lampiran III PER-30/PB/2014 (paling lambat 7 hari setelah Surat Pemberitahuan Retur SP2D diterima);
    2. Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM);
    3. Fotocopy buku tabungan/rekening giro yang telah dilegalisir bank/kantor pos penerima.
    4. Surat pernyataan dari bank/kantor pos penerima bahwa rekening berkenaan masih aktif minimal sampai dengan 1 (satu) bulan setelah tanggal surat ralat dari KPA/satker.
    5. ADK SPM Dummy untuk pendaftaran supplier (apabila Supplier belum pernah didaftarkan ke SPAN/Data supplier yang telah didaftarkan memerlukan perubahan pada nama bank/nomor rekening).
    6. Surat Permintaan Perubahan Data Supplier (apabila memerlukan perubahan hanya pada nama rekening)
    7. ADK perubahan data kontrak apabila perubahan data supplier mengakibatkan perubahan data kontrak yang telah didaftarkan di SPAN
  3. Guna mengurangi kesalahan perekaman data supplier, satker dapat memeriksa supplier yang sudah didaftar pada SPAN melalui aplikasi OM SPAN. Masuk ke dalam aplikasi OM SPAN di alamat : spanint.kemenkeu.go.id.
  4. Pilih Modul Komitmen > Cek Data Supplier > Masukkan data supplier yang dikehendaki;

Cara membuat SPM Dummy :

  1. Menggunakan aplikasi SAS update terbaru;
  2. Pada saat pengisian data supplier, pastikan telah melihat data supplier yang telah terdaftar pada SPAN untuk mengecek apakah supplier yang akan direkam sudah terdaftar pada SPAN atau belum;
  3. Nomor dan tanggal SPM sesuai dengan nomor dan tanggal perekaman;
  4. Akun bebas (disarankan untuk tidak memakai akun 51 untuk menghindari rekon gaji);
  5. Nilai SPM Rp. 1,-;
  6. SPM dibuat secara Non Kontraktual;
  7. Uraian SPM “Penyelesaian retur SP2D nomor ….. tanggal …..”
  8. ADK SPM tetap harus diinject PIN-PPSPM.
  9. SPM harus dihapus setelah proses penyelesaian retur berhasil;

Dalam hal informasi rekening yang baru telah terdaftar di KPPN lain dengan rincian/isian data yang berbeda (diketahui setelah proses pendaftaran suplier) satker membuat SPM dummy dengan detail sama pada data suplier yang telah terdaftar pada KPPN lain. Dalam hal terjadi perbedaan data suplier seperti dimaksud, namun meyakini kebenaran data suplier yang baru, maka satker membuat permintaan perubahan supplier seperti format terlampir.

Download PER-30/PB/2014

Download Surat Ralat (word)