BERITA

Desa Senga Selatan: Pacu Pembangunan Desa dengan Prestasi dan Edukasi

Belopa, kppnpalopo.net - Warga Desa Senga Selatan, Kec. Belopa, Kab. Luwu, kini boleh berbangga hati. Seiring dikucurkannya Dana Desa sejak 2015 lalu, geliat pembangunan di desa mereka nampak semakin bergairah dan memberikan hasil positif bagi kehidupan warga desa. Ya, Desa Senga Selatan adalah bukti nyata salah satu desa yang berhasil mengelola dana desa dengan baik sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

 

Selayang Pandang Desa Senga Selatan 

Secara administratif, Desa Senga Selatan terletak di wilayah Kecamatan Belopa,  Kab. Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan dengan posisi dibatasi oleh wilayah desa-desa tetangga. Di sebelah Timur berbatasan dengan Teluk Bone. Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Pasamai. Di sisi Selatan berbatasan dengan Desa Campu, sedangkan di Utara berbatasan dengan Kelurahan Senga.

Akses ke desa ini tergolong mudah dengan lokasi yang relatif dekat dengan pusat kota. Jarak tempuh desa ke ibukota kecamatan adalah 2 km yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit. Sedangkan jarak dari ibukota kabupaten adalah 2,5 km yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 13 menit.

Luas wilayah Desa Senga Selatan adalah  820 Ha, dengan rincian berupa tanah sawah seluas 197 Ha, tanah kering seluas 352 Ha, perkebunan seluas 256 Ha dan fasilitas  umum dengan luas 15 Ha. 

Adapun usaha yang menjadi mata  pencaharian pokok warga desa  adalah bertani dan berkebun dengan hasil utama Kakao dan Kelapa. Di samping itu, sektor perikanan melalui tambak Ikan dan Udang serta budidaya rumput laut juga menjadi pilihan lain disamping sektor peternakan sapi, kambing dan ayam potong. 

Berdasarkan data Administrasi Pemerintahan Desa tahun 2017, jumlah penduduk Desa Senga Selatan adalah 3.327 jiwa dengan rincian laki-laki  1.687 jiwa, perempuan  1.640 jiwa dengan jumlah total 688 KK.

 

 

Profil Dana Desa

Dana Desa adalah dana APBN yang disalurkan dari KPPN ke RKUD, kemudian dari RKUD  diteruskan ke RKD, sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) adalah alokasi desa yang di siapkan oleh pemerintah kabupaten kepada para desa yang digunakan untuk operasional desa.

Pada tahun 2017, Desa Senga Selatan menerima dana desa sebesar Rp. 797.131.000,-. Pada pencairan tahap I sebesar 60% atau Rp. 478.278.600,-, dana desa tersebut telah dipergunakan sebesar Rp. 475.622.250,- (99.44%) dengan capaian output sebesar 68.68%. Dengan realisasi  pencairan dan capaian output tersebut di atas, maka desa  Senga Selatan sudah seharusnya mendapatkan pencairan tahap II. 

Namun karena syarat pencairan adalah laporan konsolidasian, maka desa Senga Selatan harus bersabar menunggu desa lainnya yang belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban keuangannya.

 

Realisasi dan Pemanfaatan Dana Desa

Untuk dana desa tahun 2016 lalu, sebagian besar masih dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur seperti perintisan jalan sepanjang 850 dan lebar 5 meter serta jembatan kayu yang menghubungkan dusun walenna sampai ke muara walenna yang saat ini penyelesaian jembatannya tengah dilanjutkan pada tahun 2017 ini.

Selain itu, pembangunan drainase di dusun Labulawang sepanjang 247 meter saat ini dalam proses penyelesaian, sedangkan drainase di dusun kalobang sepanjang 420 meter telah rampung 100%.

Adapun untuk dana desa tahun 2017  yang telah dikucurkan bagi desa Senga Selatan, dana tersebut telah dikerjakan dan sebagian besarnya telah rampung dan dinikmati masyarakat, diantaranya:

 

 

  • Pembangunan non fisik sebesar Rp. 36.943.400,- digunakan untuk insentif bidan desa Non PNS, insentif petugas KB, insentif kader posyandu, operasional TP-PKK, operasional karang taruna, insentif kader PMD,  pelatihan  pengurus BUM Desa, pelatihan kader PMD, pelatihan kader Promkes, pelatihan kader Kesehatan (Pusbindu) dan pelatihan TPK
  • Penyertaan modal BUM Desa sebesar Rp. 100.000.000,-

 

Terkait prioritas pembangunan untuk tahun 2017, Kepala Desa Senga Selatan, Abd. Samad telah memprogramkan pembangunan jamban keluarga sebanyak yang tersebar di 4 dusun, termasuk membuat sumur gali 1 unit. Dirinya berharap di tahun 2017 tidak ada lagi warga desa Senga Selatan yang tidak memiliki jamban keluarga.

Dalam bidang pemberdayaan masyarakat, Abd. Samad menjelaskan jika di Desa Senga Selatan memiliki Majelis Taklim, PKK, Kader Posyandu dan Karang Taruna yang aktif dengan kegiatan masing-masing. Untuk itu, lanjut Abd. Samad, selaku Kepala Desa, dirinya mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat. Dan sebagai motivasinya, dirinya telah mengalokasi-kan dana desa untuk pembinaan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan insentif, termasuk seluruh aparat desa mulai Kepala Dusun, hingga staf di Kantor Desa Senga Selatan telah rutin menerima insentif sebagai penghargaan atas kinerja mereka dalam membangun Desa Senga Selatan.

 

Desa Senga Selatan: Mengedepankan Edukasi & Pemberdayaan Masyarakat

Salah satu tolak ukur keberhasilan dalam mengelola dana desa adalah adanya manfaat dan prestasi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Salah satu yang menjadikan Desa Senga Selatan berbeda dengan desa lainnya adalah adalah kepedulian yang tinggi akan pendidikan dan pemberdayaan SDM masyarakat desa.

Diantara wujud nyata tersebut adalah kehadiran perpustakaan desa ‘Mappideceng’ yang menjadi wadah bagi masyarakat desa Senga Selatan dalam menyalurkan minat membaca sekaligus sarana edukasi gratis untuk semua kalangan. Bahkan, perpustakaan Desa ‘Mappideceng’ yang dilengkapi dengan fasilitas internet nirkabel ini sempat meraih predikat Juara I Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi dan turut mewakili Provinsi Sulsel dalam lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat nasional.

Disamping itu, Abd. Samad selaku Kepala Desa juga berinovasi melalui program “Kampung Inggris” yang membina tidak kurang dari 30 anak, mulai tingkat sekolah dasar hingga tingkat SMA yang dibuatkan jadwal belajar dan dibina langsung oleh Tenaga Asing yang sering berkunjung ke Desa Senga Selatan. Meski tidak menetap di Luwu, Tenaga Asing yang berasal dari Lembaga Peduli Pendidikan asal Prancis ini secara bergiliran datang dan membina Kampung Inggris yang disiapkan oleh Abd. Samad di samping kediaman pribadinya. Kegiatan yang mulai digagas tahun 2016 lalu ini terbukti mampu meningkatkan minat anak usia sekolah. Meski masih terbilang sederhana, upaya keras untuk menghadir-kan sarana belajar yang nyaman bagi anak-anak peserta Kampung Inggris terus dilakukan secara bertahap.

Sejumlah alokasi Dana Desa tahun 2017 yang telah dikucurkan untuk berbagai program pelatihan dan peningkatan kualitas SDM bagi para tenaga pengelola desa seolah menjadi bold statement dari Pemerintah Desa Senga Selatan bahwa mencerdaskan masyarakat merupakan unsur penting dalam keberhasilan spirit “Desa Membangun”, bukan lagi sekedar “Membangun Desa”. (kppnpalopo)