BERITA

Capacity Building KPPN Khusus Penerimaan Tahun 2018

Kegiatan capacity building adalah suatu yang selalu dinanti oleh semua pegawai. Pada tahun 2018, KPPN Khusus Penerimaan mengadakan kegiatan capacity building yang berlokasi di Pantai Carita Anyer, menggandeng PT Cahaya Pagi sebagai penyelenggara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu di awal bulan September 2018. Pagi itu tanggal 1 September 2018 mendung tebal memayungi Jakarta, sebuah bus sudah siap menunggu di Jalan Budi Utomo untuk membawa kami ke Anyer. Tidak berselang lama, hujan pun turun dengan lebat membasahi ibukota. Bersama 30 orang peserta, kami berangkat melaksanakan kegiatan capacity building tahun ini. Di tengah perjalanan, hujan pun reda dan bus kami melaju dengan lancar karena kondisi lalu lintas saat itu tidak terlalu padat.

Jarak Jakarta-Anyer sekitar 123 km, kami tempuh dalam waktu 3,5 jam berangkat pukul 7 pagi dan sampai pukul 10.30. Lokasi kegiatan adalah sebuah hotel yang langsung menghadap pantai, sisi sebelah kiri adalah pantai berpasir halus dan sebelah kanan adalah pantai berbatu, yang apabila ombak menerpa, riuh terdengar suara batu yang saling berbenturan. Kami sampai lebih cepat dari waktu yang ditentukan, sambil menunggu waktu check-in menikmati pantai serta mengitari hotel sambil mengambil foto di spot yang menarik adalah pilihan yang tepat. Hotel ini juga menyediakan fasilitas kolam renang dengan kedalaman air yang bervariasi yang letaknya tidak jauh dari pantai. Hotel yang cukup nyaman untuk menikmati weekend atau liburan.

Memasuki jam makan siang, kami berkumpul dan menikmati sajian yang telah tersedia di lantai 2 sebuah gedung yang berada tepat di samping kolam renang. Terdapat aula yang cukup luas, disitu kegiatan capacity building dibuka oleh Kepala KPPN Khusus Penerimaan, Bapak Moch. Abdul Kobir. Beliau menyampaikan arahan kegiatan dan goal yang ingin dicapai dalam kegiatan ini, antara lain untuk kebersamaan dan produktivitas. Para peserta memperhatikan dengan seksama. Setelah cukup dengan pembekalan singkat, semua peserta check-in ke kamar masing-masing sesuai dengan daftar kamar yang telah ditentukan panitia, untuk beristirahat sejenak.

Pukul 2 siang kegiatan capacity building dimulai. Semua peserta telah berkumpul dengan tertib di sebuah lapangan terbuka. Lapangan ini terletak di sisi sebelah kiri hotel, menghadap pantai berpasir. Dimulai dengan membagi menjadi 4 kelompok dengan nama pilihan masing-masing yang unik. Beberapa lomba akan diselenggarakan, setiap lomba terdapat poin bagi kelompok yang menjadi juaranya. Dimulai dengan lomba membuat yel-yel, yel-yel cerminan dari nama tiap kelompok. Ditampilkan secara bergantian dihadapan semua peserta selanjutnya tiap ketua kelompok memberikan penilaian.

Berlanjut dengan perlombaan kedua yaitu lomba memindahkan bola dengan potongan tabung. Tabung tersebut harus dirangkai sambung-menyambung supaya bola dapat bergulir dan tidak jatuh ke tanah, dimulai dari titik start hingga garis finish. Secara estafet setiap anggota kelompok berlari untuk menyambung jalan bergulirnya bola. Kelompok yang paling cepat menyelesaikan pemindahan 5 bola, itulah juaranya.

Lomba bola bergulir ini diadakan bersamaan dengan lomba lempar bola air, yang mempertemukan 2 kelompok lainnya. Lomba lempar bola air diadakan di sudut kiri lapangan, tiap-tiap kelompok menugaskan 1 orang sebagai gladiator untuk bertanding di arena dan anggota kelompok yang lain memberikan informasi dari luar arena. Mata peserta ditutup dengan sapu tangan sehingga tidak bisa melihat dan hanya mengandalkan informasi yang diterima dari indera pendengaran. Berusaha mencari bola air  dengan arahan suara-suara dari pinggir arena, yang akan digunakan sebagai senjata, kemudian mencari dan melemparkannya ke lawan untuk menjadi bisa pemenang. Tiap kelompok menurunkan 3 gladiator untuk bertarung diarena ini. Suara peserta begitu riuh-rendah memecah fokus gladiator.

Setelah lomba lempar bola air, kita bersama-sama ke pantai untuk lomba berikutnya. Setiap anggota kelompok telah siap dan berbaris di pantai. Lomba sepak bola angin, yaitu dengan mendengarkan instruksi dari panitia layaknya komentator bola, menyebutkan nomor urut peserta secara acak dan nomor urut yang terakhir dipanggil akan segera berlari berliak-liuk mengitari setiap anggota kelompok, segera meraih plastik di tangan panitia, meniup lalu meletuskannya, itulah pemenangnya. Berlanjut dengan lomba tarik tambang pantai, dua kelompok berhadapan dan mengerahkan semua tenaganya untuk menarik kelompok lawan sambil sesekali kaki-kaki mereka diterpa ombak yang berdebur.

Berlanjut dengan lomba yang mirip dengan paintball, tapi kali ini yang digunakan adalah pistol Nerf dengan peluru busa lunak. Kedua kelompok saling berhadapan dan bertukar serangan, peluru busa berdesing di arena pertandingan. Dalam waktu 5 menit setiap peserta berusaha untuk menembak dengan tepat ke arah lawan, peserta yang terkena peluru langsung dikeluarkan dari arena. Lomba mirip paintball ini menjadi permainan terakhir kami sore itu. Peserta kembali ke kamar masing-masing, tetapi ada pula yang berenang ke laut atau ke kolam renang di sudut kanan hotel.

Pukul 7 malam di depan gedung aula tempat pembukaan acara tadi siang, telah terhidang makan malam. Semua peserta berkumpul dan segera menyantap hidangan, kembali mengisi energi untuk persiapan kegiatan puncak yang akan segera mulai. Di aula lantai 2, acara inti kegiatan capacity building KPPN Khusus Penerimaan tahun 2018 akan laksanakan. Sebelum acara puncak dilaksanakan, disampaikan pengumuman pemenang dari rangkaian perlombaan yang dilaksanakan tadi sore. Untuk acara inti, Tim dari PT Cahaya Pagi memperkenalkan konsep Rhythm Of Empowerment (ROE) yaitu penyampaian materi motivasi dengan format yang unik, ada iringan musik setiap sesinya. Setiap peserta dituntut untuk konsentrasi dan larut dalam kegiatan karena bila terdengar alunan musik yang telah ditentukan, satu kelompok harus bergerak mengikuti irama tersebut. Bila terlambat dalam merespons alunan lagu tersebut maka akan dikenakan sanksi pengurangan nilai. Materi yang disampaikan berisi tentang bagaimana tercapainya tujuan organisasi dapat tercapai dengan menganalogikan dengan sebuah pertunjukan musik yang membutuhkan keharmonisan setiap musisi yang terlibat di dalamnya. Kegiatan motivasi berlangsung hingga pukul 10 malam.

Kegiatan malam itu ditutup dengan menerbangkan lampion. Kami berjalan menuju sisi pantai sebelah kiri. Di situ tidak terdapat pohon-pohon yang menghalangi terbangnya lampion. Setiap dua orang bekerja sama menerbangkan lampion, mulai dari merakit, menyalakan lilin hingga melepaskannya terbang bebas ke langit. Kami berhasil menerbangkan 12 lampion malam itu. Konon penerbangan lampion adalah simbol harapan pencapaian cita-cita pribadi dan organisasi yang tinggi setinggi mungkin.

Hari minggu 2 September 2018, agenda kegiatan adalah bermain air di kolam renang di samping aula. Sebelum kegiatan basah-basahan, semua peserta wajib sarapan terlebih dahulu. Di sudut kolam renang sudah terdapat sebatang bambu yang siap digunakan untuk lomba gebuk bantal. Hampir semua peserta ikut berpartisipasi bertanding di arena gebuk bantal. Dan keceriaan berlanjut dengan berenang di pantai hingga pukul 11 siang, dan bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta.

Sesuai jadwal, bus yang kami naiki berangkat meningkalkan Pantai Carita, Anyer kembali ke Jakarta. Di tengah perjalanan, kami singgah di sebuah resto dengan konsep lesehan untuk makan siang dan sholat. Perjalanan pulang kami lalui dengan lancar sama seperti ketika perjalanan berangkat, dan kami sampai di Jakarta di waktu ashar Minggu sore itu. It was a nice weekend ! J