BERITA

KPPN Yogyakarta Pasti Bisa !!!

Disela-sela agenda Rapat Koordinasi Lingkup Kanwil DJPB Prov. DIY pada Jum'at 11 Agustus 2017, Direktur Jenderal Perbendaharaan menyempatkan diri untuk memberikan petunjuk, arahan dan support kepada seluruh pegawai di KPPN Yogyakarta yang akan menghadapi penilaian pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat WBK/WBBM tahun 2017 oleh Tim Penilai Nasional (TPN) KemenPAN-RB.

Penilaian pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM merupakan perwujudan penilaian Reformasi Birokrasi dari KemenPAN-RB yang diharapkan dapat menjadi model pencegahan korupsi yang lebih efektif, karena pada Unit Kerja ZI inilah dilakukan beragai upaya pencegahan korupsi secara konkret dan terpadu. Oleh karena itu, Kementerian Keuangan khususnya Ditjen Perbendaharaan harus bisa menunjukkan bahwa Ditjen Perbendaharaan sudah menjadi yang terdepan dalam proses Reformasi Birokrasi melalui hasil yang maksimal dalam penilaian pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBK/WBBM.

Dalam arahannya, Dirjen Perbendaharaan mengucapkan terima kasih serta menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada jajaran pimpinan dan seluruh pegawai KPPN Yogyakarta atas dedikasi dan kesungguhan dalam menyukseskan penilaian pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat WBK/WBBM tahun 2017. Meskipun KPPN Yogyakarta telah memperoleh hasil yang baik dalam penilaian oleh Tim Penilai Internal (TPI) Itjen, namun KPPN Yogyakarta diharapkan terus meningkatkan performa dan berupaya mendapatkan hasil yang lebih baik mengingat bahwa keberhasilan KPPN Yogyakarta merupakan cerminan keberhasilan Kementerian Keuangan dalam memperoleh predikat WBK/WBBM.

Selanjutnya KPPN Yogyakarta agar melakukan koordinasi baik dengan Kantor Pusat dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan untuk mengoptimalkan sumber daya untuk mendukung proses penilaian oleh TPN maupun dengan seluruh stakeholders/pengguna layanan agar dapat terus mendukung implementasi pembangunan Zona Integritas menuju predikat WBK/WBBM di lingkungan KPPN Yogyakarta. Dari sisi internal, team work dan solidaritas harus diperkuat. Kualitas pelayanan pada Front Office (FO) dan Customer Service Officer (CSO) harus ditingkatkan demi kepuasan pengguna layanan.