BERITA

Perbendaharaan Go Green, Langkah Peduli untuk Investasi Generasi Mendatang

Jakarta,djpbn.kemenkeu.go.id - “Ditjen Perbendaharaan mendukung sustainable development goals dengan menerapkan pelayanan kantor yang ramah lingkungan, atau dengan kata lain Perbendaharaan Go Green,” sebut Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono dalam acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ditjen Perbendaharaan Semester I tahun 2017 di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (23/03).

Implementasi Perbendaharaan Go Green ini antara lain adalah melalui penghematan penggunaaan listrik, air, dan ATK, manajemen sampah yang lebih baik, penciptaan lingkungan kantor yang nyaman, serta diharapkan minimal satu orang di DJPBN menanam satu pohon. 

Pencanangan gerakan Perbendaharaan Go Green ini sesecara simbolis ditandai dengan penyerahan pohon tanjung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk ditanam di Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Bandung, berdekatan dengan Museum Perbendaharaan. Pohon tanjung dipilih dengan pertimbangan makna filosofis dari pohon jenis langka tersebut. Pohon tanjung dimaknai sebagai keharusan menjunjung Ketuhanan atau mewakili sisi religi dari para pegawai Ditjen Perbendaharaan. Sifat pohon tanjung yang dapat tumbuh di berbagai kondisi juga dianggap menggambarkan ketangguhan insan Perbendaharaan yang mampu beradaptasi saat ditugaskan di kantor-kantor vertikal di seluruh Indonesia.

Small things matter. Bayangkan jika titik lampu di satu ruangan dikurangi, berapa banyak listrik yang bisa dihemat kalau seluruh kantor melakukannya. Tidak akan ada yang sia-sia. Dengan penghematan yang kita lakukan artinya kita menabung untuk anak cucu kita, termasuk bisa mengurangi polusi,” dalam arahannya Sri Mulyani ikut menyatakan dukungan akan Perbendaharaan Go Green.

Program semacam ini menurutnya menunjukkan bahwa Ditjen Perbendaharaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target-target kerja yang diemban, tetapi juga menunjukkan perhatian kepada aspek penunjang kualitas kinerja aparatur, serta mewujudkan upaya nyata untuk penghematan demi meningkatkan efisiensi belanja pemerintah. “Saya setiap triwulan (akan) meminta laporan, evaluasi apakah program green office ini benar-benar bisa diukur tingkat efisiensinya, berapa pengurangan belanja baik ATK dan tagihan listrik/air yang dicapai,” sambung Sri Mulyani.

“Jika memang berhasil menunjukkan penghematan yang signifikan, program ini akan kita perluas untuk seluruh lingkup Kementerian Keuangan.” [LRN]

 

Oleh : Media Center Ditjen Perbendaharaan

Save