PROFIL

Pengembangan SDM (Beasiswa/Diklat)

Ditjen Perbendaharaan sangat peduli akan pengembangan kapasitas dan kompetensi SDM yang dimilikinya sebagai salah satu pilar utama reformasi birokrasi, melalui penjabaran secara konkrit Grand Design Pengelolaan SDM Ditjen Perbendaharaan ke dalam berbagai jalur pengembangan diri yang tersedia bagi pegawai.

Dua jalur utama pengembangan kapasitas pegawai yang dibuka bagi pegawai adalah melalui program pendidikan lanjutan bergelar yang tercakup dalam Human Capital Development Plan (HCDP) berupa pemberian beasiswa di berbagai jenjang pendidikan (sarjana dan pascasarjana) dalam berbagai disiplin ilmu bagi pegawai yang terseleksi dan memenuhi syarat, serta pengikutsertaan pegawai dalam pendidikan/pelatihan non gelar yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen Perbendaharaan.

Mulai tahun 2007, Ditjen Perbendaharaan menjadi salah satu dari sedikit unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yang setiap tahunnya memberikan beasiswa secara internal melalui alokasi dana anggaran Ditjen Perbendaharaan sendiri, bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti UI, UGM, ITB, ITS, dan Unibraw. Selain itu, sejumlah kerjasama dan fasilitas beasiswa eksternal juga tersedia seperti Bappenas, BKF, BPPK Kemenkeu, Kemenkominfo, KAIST, KOICA, JDS dan lain sebagainya, dan diselenggarakan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri terpilih. Ditjen Perbendaharaan bahkan sampai saat ini tercatat sebagai salah satu key agencies bagi program beasiswa dari pemerintah Australia.

Sampai dengan tahun 2014 ini tercatat sudah 711 kursi beasiswa yang diberikan bagi pegawai dari keseluruhan program beasiswa yang ada, yang berarti mencapai 9 % dari jumlah seluruh pegawai Ditjen Perbendaharaan. Para pegawai alumnus program beasiswa ini telah berkiprah kembali dan tersebar di berbagai unit kerja Ditjen Perbendaharaan di seluruh Indonesia.

Untuk program pendidikan/pelatihan non gelar bagi pegawai yang diselenggarakan dan difasilitasi Ditjen Perbendaharaan (baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan pihak lain, terutama BPPK Kemenkeu) sesuai identifikasi kebutuhan diklat, tercatat bahwa seiring optimalisasi pengelolaan, selama kurun tiga tahun terakhir (2012-2014) terdapat perkembangan alokasi jam pelatihan (jamlat) sebesar rata-rata 10% dengan alokasi jamlat mencapai 2,79 jamlat/tahun/pegawai (dirata-rata dengan jumlah seluruh pegawai) di tahun 2014. Kemudian, peningkatan alokasi peserta (estimasi tahun 2014 mencapai 9.346 peserta, ekuivalen dengan 116 % dari jumlah seluruh pegawai Ditjen Perbendaharaan), serta dari jenis dan ragam diklat yang diselenggarakan (mencapai 463 jenis diklat di tahun 2013 dan 367 diklat di tahun 2014).

Selain beasiswa dan diklat, Ditjen Perbendaharaan juga menyelenggarakan dan memfasilitasi sejumlah program pengembangan kapasitas SDM lainnya seperti program induksi dan on the job training bagi para pegawai baru, executive training/course bagi mid-top manajer serta program internalisasi nilai- nilai Kementerian Keuangan melalui value gathering, survei, TOT dan berbagai metode lainnya yang beragam.

Tidak ketinggalan, dalam rangka menerapkan orientasi berbasis teknologi informasi di ranah pengembangan SDM, berbagai upaya pemanfaatan teknologi juga dilakukan guna mempermudah pegawai dalam pengembangan dirinya, baik dari sisi penyediaan muatan (content) maupun prosedur. Ditjen Perbendaharaan menyediakan fasilitas E-Learning sebagai alternatif pendidikan/ pelatihan non gelar yang dapat diakses secara luas oleh pegawai melalui internet sebagai media belajar tanpa tergantung keikutsertaan secara konvensial dalam diklat-diklat yang ada. Pengelolaan program pengembangan SDM Ditjen Perbendaharaan juga ditunjang oleh aplikasi pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan dan dikelola secara mandiri, terintegrasi, serta transparan dan informatif, dengan pemanfaatan tools dan basis data yang bermanfaat tidak hanya bagi user, tetapi sekaligus menjadi sumber data berharga bagi pengambilan kebijakan di bidang pengelolaan SDM Ditjen Perbendaharaan.