BERITA

Reformasi Birokrasi Adalah Realitas, Bukan Sekedar Ide

Itulah inti pesan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada seluruh jajarannya melalui para pejabat eselon I dan II Departemen Keuangan yang turut menghadiri acara Pelantikan Pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Perbendaharaan di Ruang Graha Sawala, Gedung Kantor Menko Perekonomian, kawasan Lapangan Banteng hari ini (Kamis, 26 Februari 2009). Beliau menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi senantiasa membutuhkan komitmen yang besar, tidak hanya dari Menteri Keuangan serta pejabat eselon I dan II, akan tetapi juga dari seluruh jajaran pegawai Departemen Keuangan tanpa kecuali.

Lebih khusus, Ibu menteri menekankan pentingnya perhatian yang sungguh-sungguh dari para pejabat eselon II yang baru dilantik atas agenda reformasi birokrasi itu. Hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menempatkan kantor vertikal Ditjen Perbendaharaan (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara- KPPN red.) sebagai instansi pemerintah yang "masih buruk" harus disikapi dengan bijaksana. Artinya, jajaran Ditjen Perbendaharaan harus menjadikan data itu sebagai tantangan untuk mengelola reformasi serta bekerja dengan lebih baik lagi. Untuk itu, pesan beliau lagi, harus dilakukan pendekatan, cara, dan gaya yang berbeda dan baru agar reformasi berjalan dengan baik. "Jangan sampai KPPN dikatakan lagi sebagai instansi yang bercitra buruk karena masih menerima uang sogokan", ujar beliau mewanti-wanti.


 Beliau menegaskan pula bahwa Ditjen Perbendaharaan adalah wajah Departemen Keuangan di hadapan publik, sehingga harus dilakukan upaya untuk memperbaiki mekanisme dalam berhubungan dengan satuan kerja (satker) guna menghilangkan persepsi buruk publik atas layanan yang kita berikan. Usaha untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi sumber daya manusia harus selalu dilakukan. Pegawai yang ada sekarang harus diberdayakan seoptimal mungkin. Sehingga kalau ada pegawai yang di kantor tidak bekerja, sedangkan pekerjaan kantor tidak selesai, tandas beliau, berarti ada masalah dengan manajemen kita. "SDM harus dikembangkan agar kompetensinya sesuai dengan kebutuhan dalam mengimplementasikan sistem kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang baru", pesan bu menteri.


penandatanganan Dalam konteks itu, Menteri Keuangan menyebutkan beberapa tugas penting yang harus kita laksanakan, yaitu membaca dan memahami Paket tiga Undang-Undang di bidang Keuangan Negara dengan baik, memperbaiki Sistem Perbendaharaan, serta menyusun Laporan Keuangan Pemerintah (LKP) yang berkualitas. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena kualitas LKP mencerminkan kompetensi Menteri Keuangan yang sesungguhnya, tidak lagi sekedar perhitungan yang rutin dibuat. Kedua tugas itu adalah "pekerjaan rumah' Ditjen Perbendaharaan yang harus secepatnya diselesaikan dengan sungguh-sungguh agar berhasil baik.


 Di bagian lain pengarahannya, ibu Sri Mulyani mengingatkan bahwa pejabat eselon II adalah motor reformasi. Pejabat eselon II mempunyai posisi yang menentukan apakah perubahan sudah menuju arah yang sudah benar, dan apakah reformasi dapat berjalan dengan baik. Untuk itu, beliau berharap dengan sangat agar pejabat eselon II, khususnya yang ada di Kantor Pusat, mampu untuk menerjemahkan sekaligus menjadi lokomotif perubahan.


 fotobersamaTiga belas pejabat eselon II Ditjen Perbendaharaan yang dilantik itu antara lain: Bambang Isnaeni Gunarto (menjabat sebagai Direktur Sistem Perbendaharaan), Paruli Lubis (Direktur Transformasi Perbendaharaan), Agus Santoso (Pj. Kepala Kanwil I DJPBN Banda Aceh), Zamhari (Kepala Kanwil III DJPBN Padang), Seto Utarko (Kepala Kanwil VI DJPBN Palembang), Tri Buwono Tunggal (Kepala Kanwil XI DJPBN Jakarta), Jean Albert Egon Rombot (Kepala Kanwil XII DJPBN Bandung), Iskandar (Kepala Kanwil XIV DJPBN Yogyakarta), S. Bambang Suroso (Kepala Kanwil XV DJPBN Surabaya), Elin Sumarlina (Kepala Kanwil XVIII DJPBN Banjarmasin), R Prajono (Kepala Kanwil XXIII DJPBN Makassar), Teddy Rukmantara (Kepala Kanwil XXV DJPBN Kendari), dan Abdullah Nanung (Pj. Kepala Kanwil XXX DJPBN Jayapura).


Pada akhir acara perbendaharaan.go.id mendapatkan kesempatan untuk mengadakan wawancara dengan Bapak Herry Purnomo, Direktur Jenderal Perbendaharaan. Dalam wawancara singkat tersebut, beliau menyatakan bahwa hasil survei KPK yang diangkat dalam pidato Menteri Keuangan merupakan sebuah kabar yang kurang menggembirakan, tetapi di sisi lain dapat digunakan sebagai momentum dan tonggak perubahan serta pemicu keberhasilan di masa yang akan datang. Beliau tidak ingin hasil survei tersebut hanya menjadi "nila setitik yang merusak susu sebelanga" atau menjadi sebuah hambatan di tengah upaya reformasi perbendaharaan yang sedang berjalan. "Jajaran pegawai seluruh Ditjen Perbendaharaan harus dapat berintrospeksi diri dan terus melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik lagi" ujar Dirjen Perbendaharaan dengan nada tegas. Beliau juga menambahkan, bahwa kita tidak dapat menghapus hasil survei KPK yang telah memberikan perspektif buruk di kalangan masyarakat umum mengenai KPPN. Tetapi, beliau mengingatkan bahwa kita dapat menampik hasil survei tersebut dengan cara pembuktian diri melalui peningkatan kinerja di instansi masing-masing.


"Dari awal kami telah meminta kepada para kepala kanwil untuk selalu bersikap kreatif dalam menggali pekerjaan dan mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada dalam wilayah kerjanya," tegas Pak Herry ketika mengawali jawabannya mengenai kelebihan pegawai di Kanwil Ditjen Perbendaharaan akibat reformasi KPPN Percontohan. Sebagai contoh, beliau mengangkat isu tentang Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) sebagai tantangan prestasi kerja Direktorat Perbendaharaan. Menurutnya, keberhasilan LKPP berada di tangan para satuan kerja di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, para kepala kanwil harus dapat mengoptimalkan peran satker dengan cara memberdayakan SDM yang ada. Dengan kata lain, kemampuan memimpin dan mengorganisasi merupakan kunci keberhasilan dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.


Menjawab pertanyaan perbendaharaan.go.id sebagai akhir wawancara mengenai kebutuhan Pejabat Eselon II di masa depan, Pak Herry menjelaskan bahwa pola assessment yang sedang dijalankan dapat menjadi cara yang ampuh untuk mengatasi "generation gap" di Ditjen Perbendaharaan. Beliau tidak ingin masalah kepangkatan menjadi hambatan bagi para pegawai potensial yang memiliki kapabilitas dan integritas yang tinggi untuk menduduki jabatan vital tersebut. Beliau meyakini bahwa perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Ditjen Perbendaharaan dapat menjadi modal keberhasilan organisasi di masa yang akan datang.


Pak Agus Santoso, satu-satunya pejabat yang mendapatkan promosi (sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala KPPN Khusus Banda Aceh), selepas acara pelantikan itu kepada perbendaharaan.go.id mengatakan bahwa spirit perubahan yang dibawanya semenjak dua tahun lalu diyakini akan dapat &lsquoditularkan' kepada seluruh jajaran pegawai di Kanwil Banda Aceh. "Saya yakin teman-teman di Aceh mempunyai niat yang Kuat untuk menjadi lebih baik", pungkasnya. Sukses selalu dan selamat berjuang ya Pak! (Bagian Pengembangan Pegawai - Tonny & Hendy).

Add a comment

PereSMIan Gedung Dan Penerapan SOP Percontohan KPPN Metro

Acara Peresmian Gedung hasil Rehabilitasi Berat dan Penerapan SOP Percontohan KPPN Metro hari Kamis, 22 Januari 2009 diawali dengan Laporan Kepala KPPN Metro, Bapak Agus Achmadi tentang Pelaksanaan Rehabilitasi Gedung dan Ucapan Terima Kasih kepada Walikota Metro dan Bupati Kabupaten Lampung Tengah yang berkenan memberi Ijin Guna Pakai Mess Nuwo Intan selama rehab berlangsung. Pada kesempatan yang sama disampaikan pula upaya KPPN Metro dalam mempersiapkan Penerapan  SOP Percontohan sampai dengan Pemberian Ijin dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Provinsi Lampung.

Ada 6 (enam) harapan dari Satuan Kerja yang diwakili oleh Pembantu Ketua II  Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jurai Siwo Metro, Bapak Dr. Edi Kusnaedi, M.Pd yakni, SOP yang sebenarnya merupakan turunan dari Standard Pelayanan Minimal (SPM) dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya sehingga layanan menjadi: Sederhana, Prosedur tidak berbelit Kejelasan menyangkut Teknis Administrasi Kepastian Waktu Cepat dan Tepat Keadilan, tidak membedakan Satker, Golongan Ramah Nyaman.

penjelasan alur spm menjadi sp2d oleh Ka. KPPN MetroKepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung, Bapak Her Basuki Soebari dalam sambutannya antara lain menyampaikan bahwa SOP Percontohan merupakan bagian dari komitmen Ditjen Perbendaharaan guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dengan penyederhanaan bisnis proses, pemanfaatan teknologi informasi, penataan organisasi dan yang paling utama adalah perubahan pola pikir para pegawai yang memberikan pelayanan,

KPPN Metro yang selama ini menyelesaikan Surat Perntah Pencairan Dana (SP2D) Belanja Non Pegawai atas Surat perintah Membayar (SPM) yang diterbitkan oleh Satuan Kerja dalam waktu 1 (satu) hari, setelah menerapkan SOP Percontohan cukup dalam waktu 1 (satu) jam sejak Surat Perintah Membayar (SPM) diterima secara lengkap dan memenuhi syarat, dengan demikian harapan yang disampaikan wakil satker dapat terpenuhi dengan penerapan SOP percontohan.

Walikota Metro, Bapak Lukman Hakim menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KPPN Metro dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung semoga dengan penerapan SOP Percontohan dapat memberikan pencerahan kepada kita semua dalam memberikan pelayanan lebih baik di bidang Administrasi Keuangan dan program lain. Diharapkan Jajaran Pemda, Mitra Kerja dan Perbankan dapat mendukung dan memanfaatkan sistem ini dengan bekerjasama dan berkoordinasi sebaik-baiknya, melalui kebersamaan dan kekompakan sebuah program dapat memperbaiki kondisi keraguan  apa ini bisa, apa ini mungkin dilakukan. Atas penerapan SOP Percontohan mudah-mudahan kita akan mampu menjadi contoh yang terbaik di wilayah Lampung yang sama-sama kita cintai. Mudah-mudahan dengan kinerja kita bersama khususnya KPPN Metro semakin baik menjalin kemitraan dengan satuan kerja.

Setelah Penandatanganan  Prasasti Hasil Rehabilitasi Gedung oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung dan Pengguntingan Pita tanda dimulainya Penerapan SOP Percontohan KPPN Metro, acara dilanjutkan dengan penjelasan alur dokumen SPM menjadi SP2D pada Front Office, Middle Office dan Back Office oleh Kepala KPPN Metro

Jam 11.00 WIB Acara diakhiri dengan makan siang bersama.

 

Add a comment

Pembekalan Pegawai Baru Ditjen Perbendaharaan Tahun 2009

Jakarta &ndash Acara &ldquoPembekalan Pegawai Baru Tahun 2009&rdquo diadakan Bagian Pengembangan Pegawai Sekretariat Ditjen Perbendaharaan mulai tanggal 8 s.d. 18 Januari 2009. Pembukaan pembekalan bagi 29 pegawai baru yang bertempat di Gedung Prijadi Praptosuhardjo dihadiri oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Bapak Herry Purnomo, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Bapak Siswo Sujanto, dan segenap Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Ditjen Perbendaharaan.

pengarahanPada kesempatan itu, Bapak Herry Purnomo menjelaskan tentang organisasi Ditjen Perbendaharaan terkait sejarah singkatnya, visi dan misi, fungsi, serta peranan strategis DJPBN. Selanjutnya, Beliau menyampaikan pesan kepada para pegawai baru agar memahami fungsi perbendaharaan dan pelayanan yang mengedepankan profesionalisme serta integritas dalam bekerja di lingkungan Departemen Keuangan, khususnya Ditjen Perbendaharaan.


Setelah acara pembukaan, para pegawai baru Ditjen Perbendaharaan juga mendapat penjelasan sejumlah materi tentang pengetahuan teknis di Treasury Learning Center (TLC). Materi yang disampaikan mencakup tugas pokok dan fungsi DJPBN, cash management, pokok-pokok pengelolaan keuangan Negara, mekanisme pelaksanaan anggaran, badan layanan umum, sistem akuntansi dan pelaporan keuangan instansi pemerintah, sistem manajemen investasi, perencanaan karir, strategi pengembangan pegawai, kinerja KPPN Percontohan, peran Kanwil DJPBN, pola penyusunan sistem perbendaharaan, serta aplikasi SP2D dan SAKPA. Materi-materi tersebut disampaikan oleh para pejabat di lingkungan Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Kepala Kanwil IX DJPBN Pangkalpinang, dan Kepala KPPN Percontohan Jakarta I. Dengan demikian, para pegawai baru diharapkan dapat menguasai hard skills yang dibutuhkan DJPBN

TLCDalam pembekalan tersebut, para pegawai baru mendapat kesempatan berharga mendengar penjelasan dari Bapak Siswo Sujanto. Beliau membuka cakrawala berpikir para pegawai baru tentang perbedaan antara public sector dan private sector. Perbedaan ini mencakup tujuan pengelolaan keuangan negara, siklus dan implementasi pengelolaan keuangan negara, prinsip-prinsip yang mendasari keuangan negara, serta pemisahan kewenangan pengelola keuangan negara. Lebih lanjut, Beliau menyimpulkan dampak perbedaan kedua sektor tersebut yang tercermin dari organisasi DJPBN.

Pada hari keenam dan ketujuh, para pegawai baru juga diberi kesempatan mengunjungi Direktorat Pelaksanaan Anggaran, Direktorat Sistem Perbendaharaan, KPPN Jakarta I, KPPN Tangerang, dan KPPN Bekasi. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat lebih dekat business process yang dilakukan unit-unit kerja tersebut. Pada kesempatan tersebut, mereka diperkenalkan dengan dokumen, suasana dan pola kerja di DJPBN sehingga memiliki pemahaman tentang lingkungan kerja yang sesungguhnya yang akan mereka hadapi.

Selain hard skills, para peserta pembekalan tersebut juga dibekali dengan soft skills terkait kesiapan bekerja (ready to work) di instansi Departemen Keuangan. Hal ini untuk menyiapkan mindset para pegawai baru sesuai reformasi birokrasi yang dirintis oleh Ditjen Perbendaharaan. Materi ini dipandu oleh Bapak Satria Hadi Lubis dari Life Management.

outbondUsai kegiatan tersebut, para peserta diberikan outdoor activities di daerah sejuk Cipanas Jawa Barat. Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dengan Pusdikmin POLRI. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan loyalitas terhadap organisasi, semangat kebersamaan, dan kemampuan menganalisa/menuntaskan masalah dalam waktu singkat. Malam hari sebelum melakukan kegiatan outbound, Bagian Pengembangan Pegawai yang diwakili oleh Bapak Saiful Islam memberikan gambaran tentang budaya organisasi (organizational culture) DJPBN. Keesokan harinya, Tim Pusdikmin POLRI menyuguhkan sejumlah game yang bertujuan untuk membangun kerjasama tim, kepemimpinan, strategi, kejujuran, dan tekad yang Kuat.

Seusai melakukan kegiatan outbound, para peserta diajak untuk mengevaluasi setiap manfaat dan pesan yang terkandung pada setiap permainan sehingga para pegawai baru dapat memadukan secara optimal antara hard competency dan soft competency mereka untuk meningkatkan kinerja individu, tim, dan organisasi.

penutupanDalam kesempatan bertukar pikiran dan menyampaikan masukan tentang pelaksanaan pembekalan selama 9 hari tersebut, para peserta mengungkapkan rasa terima kasihnya karena telah diberikan pengetahuan tentang pelaksanaan tupoksi di Ditjen Perbendaharaan sehingga mereka memiliki gambaran yang komprehensif tentang pekerjaan dan lingkungan kerja yang akan mereka hadapi. Di akhir kegiatan pembekalan, para pegawai baru merasakan esprit de corps DJPBN yang terwujud dalam kekompakan, keterbukaan, dan semangat kerja yang tinggi.

Di penghujung acara pembekalan pegawai baru, atas nama Sekretaris Ditjen Perbendaraan, Kepala Bagian Pengembangan Pegawai Ditjen Perbendaharaan, Bapak Bjardianto Pudjiono memberi sambutan dan sekaligus menutup acara tersebut. Beliau mengingatkan para pegawai baru untuk selalu mengembangkan hard skills dan soft skills yang sudah mereka terima selama acara pembekalan. Menurut beliau,  hal ini terkait dengan produktivitas kerja dan dedikasi kepada negara. Akhirnya, atas nama pimpinan dan staf Ditjen Perbendaharaan, beliau mengucapkan selamat datang dan selamat berkarya kepada para pegawai baru.

Add a comment

Monitoring Layanan KPPN Denpasar Dimana Dan Kapan Saja

Satu lagi langkah konkrit dalam mewujudkan Visi dan janji layanan Prima KPPN yaitu Transparan dan gratis, maka KPPN Denpasar telah meluncurkan website WWW.balimaknews.net yang berisikan informasi produk layanan KPPN Denpasar meliputi Pengajuan SPM/Penerbitan SP2D, Pengelolaan SKPP, Pelaksanaan Rekonsiliasi dan penyerapan pagu dana APBN pada wilayah kerja KPPN Denpasar.

A. Latar Belakang


Berbekal pengalaman kerja KPPN Khusus Banda Aceh yang lebih dulu memberikan ide transparansi melalui website dan berhasil baik, maka KPPN Denpasar mengikuti jejak baik tersebut seperti iklan softdrink tempoe doeloe, monitoring layanan KPPN Denpasar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dibelahan dunia ini dengan mengakses WWW.balimaknews.net . Paling tidak satuan Kerja diwilayah kerja KPPN Denpasar dapat segera mendapatkan informasi secara dini dari website, sehingga ketika bertatap muka dengan petugas front office KPPN Denpasar, layanan yang didapati lebih cepat dan pasti. Bukan saja satuan kerja namun mitra kerja KPPN lainnya pun dapat memanfaatkan website ini, bahkan Kantor Wilayah XX DJPB secara akurat dapat menggunakan informasi penyerapan pagu realisasi per satuan kerja, sehingga ketika satuan kerja mengajukan revisi DIPA maka akan dapat dikontrol secara real time besarnya realisasi, pada gilirannya tidak akan dijumpai revisi yang mengakibatkan pagu minus. Bank mitra kerja satuan kerjapun dapat menggunakan informasi penyerapan pagu, ketika hendak meyakini dalam memberikan jaminan bank kepada pihak ketiga atas pekerjaan yang bersumber dari APBN. Keunggulan teknologi informasi yang begitu menakjubkan dan ajaib dapat mewujudkan mimpi organisasi menjadi kenyataan. WWW.balimaknews.net adalah wujud dari mimpi transparansi KPPN Denpasar.


B. Menghimpun Perangkat Pikir Piranti Lunak dan Perangkat Keras


Ibarat pepatah Tak ada rotan akarpun jadi. Itulah sebuah potret proses pembangunan balimaknews.net. Berawal dari munculnya sebuah pertanyaan. Mungkinkah membangun website tanpa dana ?. Tak perlu mencari jawabnya kecuali segera mengerjakan, apa yang dapat dikerjakan. Ponco adalah pegawai hasil assessment yang ditugasi di KPPN Denpasar dapat menjabarkan kebijakan-kebijakan pimpinan, dengan membangun aplikasi sederhana dalam memproses monitoring penyelesaian SKPP secara otomatis langsung melalui front office tanpa melalui jalur surat konvensional yang berbelit, maka waktu proses dapat dipercepat karena memangkas alur dokumen. Dampaknya adalah tersedianya data base penyelesaian SKPP yang siap dipublikasikan. Giliran berikutnya mas Ponco bak serum-virus yang sulit dihentikan, selanjutnya mengembangkan percepatan proses rekonsiliasi. Lagi-lagi dengan program sederhana mas Ponco dapat mengautomatisasi penyelesaian penerbitan Berita Acara Rekonsiliasi (BAR), dapat ditebak hasilnya adalah percepatan layanan rekonsiliasi dan tersedianya data base rekon yang siap dipublikasikan. Tanpa disadari mas Ponco telah berhasil meletakkan fondasi basis data SKPP, dan BAR berdampingan dengan basis data SP2D dan GPP(Gaji Pegawai Pusat) di KPPN Denpasar.
Tokoh lain tiba-tiba muncul, adalah Fajrialshah seorang pegawai KPPN Banda Aceh jebolan Prodip III STAN yang sedang mengikuti tugas belajar S1 di Unbraw Malang. Mengisi liburan semester berkunjung ke KPPN Denpasar. bang Fajri sanggup dan mampu menuangkan ide-ide monitoring kedalam script php untuk menampilkan halaman web. Berawal dari simply web yang hanya dapat diakses melalui LAN (Local Area Network) menjadi WWW.balimaknews.net seperti sekarang ini. Sisi SDM yang membanggakan adalah bang Fajri dan mas Ponco adalah dua orang pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang tak pernah kenal sebelumnya namun dapat dan sanggup bersinergi mewujudkan salah satu visi organisasi yaitu transparansi melalui website balimaknews.net. Subhanallah&hellip !
Sementara itu balimanews.net dioperasikan dengan mengoptimalkan sebuah PC Pentium 4 , kecepatan 3,4 GHz, dan ram 512 MB dapat menghasilkan kecepatan akses yang cukup. Problem awalnya adalah jaringan internet. Menyamai KPPN Khusus Banda Aceh dalam hal segi pendanaan dalam membangun jaringan adalah hal yang tak mungkin, karena KPPN Denpasar beroperasi dengan pagu rupiah murni yang terbatas. Namun tawaran jasa telekomunikasi dipasaran yang begitu kompetitif, makin hari makin dapat dijangkau oleh konsumen, serta ide-ide yang kreatif melalui maillinglist dan dunia bloger kendala biaya dapat disiasati. Demikian juga jaringan yang menyangga balimaknews.net adalah jaringan produk PT TELKOM dengan harga terjangkau yang terintegrasi pada penggunaan pulsa telpon biasa. Sehingga siapapun bisa melakukan dengan hal yang sama.


C. Fitur www.balimaknews.net


Balimaknews.net merupakan website yang menampilkan halaman dinamis. Namun beberapa halaman beberapa halaman ada yang disajikan secara statis. Secara garis besar dapat disampaikan sebagai berikut :
1. HOME, adalah tampilan yang menayangkan halaman statis dan dinamis yaitu

&bull WELCOME, tampilan statis tentang pengantar WWW. balimaknews.Net

&bull RINGKASAN KPPN, tampilan dinamis secara real time menayangkan angka-angka realisasi perbelanja pada wilayah kerja KPPN Denpasar.

&bull BERITA SP2D, tampilan real time tentang proses penyelesaian 10 (sepuluh) SP2D terakhir yang diteima oleh KPPN Denpasar, dan dapat pula dipantau informasi rinci dan tahapan proses penyelesaian.
2. PROFILE KPPN Denpasar merupakan tampilan halaman statis tentang potret diri Organisasi KPPN Denpasar saat ini berisikan bab Pendahuluan, Gambaran umum, Tugas pokok dan fungsi, Sumber Daya Manusia, Pengguna Pelayanan, Sarana dan Prasarana, Kinerja dan Pelayanan, Inovasi dan peningkatan Pelayanan, serta Sertifikasi yang telah diperoleh KPPN Denpasar.

3. DATA DAN PELAPORAN merupakan produk unggulan dari website WWW.balimaknews.Net yang memuat halaman secara real time menayangkan proses produksi KPPN Denpasar yaitu sebagai berikut:

&bull DAFTAR PENYELESAIAN SP2D adalah fitur yang dapat dijelajahi sampai rinci uraian SP2D. Fitur ini dapat memberikan berbagai informasi kepada satker, atau penerima dana tentang Pengajuan SPM sudah menjadi SP2D, pada tahapan penerimaan di front office, konsep SP2D, Cetak Net SP2D sampai dengan pengiriman SP2D kepada BO I.
&bull DAFTAR PENYELESAIAN SKPP adalah fasilitas bagi para satuan kerja atau pegawai yang dimutasi dapat memonitor asal satuan kerja , tempat tugas baru, dan status SKPP.

&bull DAFTAR PENYELESAIAN BERITA ACARA REKONSILIASI merupakan fasilitas yang dapat dipakai untuk mengetahui satuan kerja dalam melakukan rekonsiliasi pembuatan LKPP tiap bulan

&bull DAFTAR PAGU DAN REALISASI ANGGARAN PER DEPARTEMEN/LEMBAGA NON DEPARTEMEN merupakan tayangan monitoring penyerapan pagu DIPA sampai dengan per satker dan dapat diketahui sampai transaksi per SP2D

D. Peluang dan Harapan


Website tentang kiprah KPPN Denpasar ini, dibuat dengan mengusung pesan perubahan yang sedang dialami oleh organisasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam Naungan Departemen Keuangan yang sedang menggenjot Lokomotif Reformasi Birokrasi. Perubahan dalam skala kecil pada kontek ini adalah menuju transparansi yang didikung oleh kemajuan teknologi dalam rangka menegakkan citra KPPN sebagai intansi pelayan publik.
Keunggulan Teknologi Informasi bukan apa-apa tanpa campur tangan manusia-manusia terampil, mau bekerja, dan yang peduli terhadap tugas pokok organisasi. Ponco dan Fajri adalah contoh kecil dari sekian banyak tenaga yang mewakili tenaga muda Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia yang belum tergali. Semangat Ponco dan Fajri patut diteladani untuk berkarya walaupun kecil wujudnya, namun begitu besar manfaatnya bagi organisasi.
Hayo, siapa ikut ?, jangan malu-malu bergabung dikereta Reformasi Birokrasi yang sedang meluncur ke Stasiun Good Governance, bayarnya murah. Bukan dengan rupiah, cukup dengan Komitmen.

Oleh: MARYONO.

Add a comment

Dirjen Perbendaharaan Raih Birokrasi Award 2008

Sebuah prestasi yang sangat membanggakan telah ditorehkan oleh Dirjen Perbendaharaan. Terpilih sebagai Dirjen terbaik dalam kategori Leadership dalam jajaran birokrasi di Indonesia 

penghargaanDahlan Iskan dari Institut Reformasi Birokrasi (IRB) Indo Pos-Jawa Pos Group di Hotel Borobudur Jakarta, kemarin malam (11/9) dengan disaksikan Wapres Jusuf Kalla, menyerahkan penghargaan kepada delapan Dirjen terbaik di Indonesia. Penerima penghargaan itu sudah dinilai selama setahun secara rahasia oleh IRB yang dipandu steering committee IRB yang terdiri atas Siti Nurbaya (Sekjen dewan perwakilan daerah), Hardijanto (mantan kepala Badan Kepegawaian Negara), Son Diamar (mantan tenaga ahli Men PPN/Bappenas bidang desentralisasi dan otonomi daerah), dan Mohammad Jafar Hafsah (mantan Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Departemen Pertanian).

Hadir dalam acara itu antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi, Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, mantan Mendagri Soerjadi Soedirdja, dan Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi.

Hadir juga Chairman Jawa Pos Dahlan Iskan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono, dan Presdir TV One Erick Tohir. Puluhan pejabat eselon satu di departemen/kementerian juga berada di kursi undangan.

Penerima Birokrasi Award dibagi delapan kategori, yaitu , leadership, statemanship, visionary, integrity, followership, kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial.

Kategori leadership diraih Herry Purnomo, Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan.

Kategori kenegarawanan atau statesmanship diberikan kepada Massnellyarti Hilman, deputi Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup. Kategori visionary atau berpikir ke depan diberikan kepada Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika.

Kategori integrity diberikan kepada Herry Soetanto, Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Departemen Perdagangan.. Dan, kategori followership diraih I Nyoman Kandun, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan.

Tiga kategori yang lain untuk birokrat dengan ciri kompetensi. Yaitu, kategori kompetensi teknis diraih Anwar Supriyadi, Dirjen Bea dan Cukai Departemen Keuangan. Kemudian, Agoes Widjanarko, Sekjen Departemen Pekerjaan Umum, untuk kategori kompetensi manajerial. Dan, yang terakhir, kategori kompetensi sosial diraih Benny Wachyudi, Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian.

Wapres Kalla mengaku bangga dan berterima kasih bahwa di tengah kritik kepada pejabat dan anggota DPR, masih banyak birokrat yang patut mendapatkan penghargaan karena kinerjanya. Wapres mengharapkan para pejabat yang menerima penghargaan dari masyarakat meningkatkan kinerja dan pelayanan pada masyarakat.(Foto: http://www.jawapos.co.id)

Add a comment