Launching Pembinaan Mental Nasional DJPb untuk Transformasi Diri Pegawai

Jakarta, djpb.kemenkeu.go.id,- Pembinaan mental nasional akan mendorong agar sikap mental yang dikaitkan dengan agama masing-masing bisa menjadi background yang kukuh dalam melaksanakan amanah tugas sebagai Insan Perbendaharaan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono saat melakukan launching program Pembinaan Mental Nasional Ditjen Perbendaharaan di Gedung Jusuf Anwar, Kantor Pusat DJPb, Jakarta Pusat, Selasa (15/01).

 
Launching ini bukan berarti kegiatan pembinaan mental belum dilaksanakan di Ditjen Perbendaharaan. Selama ini sudah ada, tetapi yang kita perlukan adalah sinergi sehingga lebih fokus. Dibuat program nasional karena Ditjen Perbendaharaan memiliki instansi vertikal di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Marwanto.
 
Di hadapan peserta yang terdiri atas para pejabat eselon II kantor pusat Ditjen Perbendaharaan, Kepala Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta, para kepala KPPN lingkup Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta, para ketua komunitas keagamaan di Kementerian Keuangan, para mentor pembinaan mental Ditjen Perbendaharaan, serta perwakilan pegawai on the job training DJPb, Marwanto juga mengajak untuk mengambil nilai-nilai agama dengan dikaitkan dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan. “Contohnya, bagaimana menerjemahkan nilai integritas dari sudut pandang agama. Begitu juga dengan profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan,” sebut Marwanto.
 
Kegiatan launching yang mengangkat tema "Transformasi dan Reformasi Diri, Hadirkan Kejayaan Institusi dan Negeri" tersebut juga menghadirkan Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Ditjen Bea dan Cukai Dwijo Muryono selaku Ketua Pembinaan Mental Nasional Ditjen Bea dan Cukai untuk berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan Pembinaan Mental Nasional. Dwijo menyebutkan sejumlah faktor kunci pendukung keberhasilan program Pembinaan Mental Nasional, di antaranya kemauan keras untuk berubah, komitmen pimpinan, sinergi, payung hukum formal, serta pengakuan atas manfaat Pembinaan Mental terhadap integritas dan kinerja pegawai. [LRN/DK]
 
Oleh: Media Center Ditjen Perbendaharaan