Kemenkeu Bersinergi, 'Keroyokan' atasi Pembangunan di Desa Sindangsari, Banten

Banten, djpb.kemenkeu.go.id, - Program pembangunan pemerintah yang dikucurkan melalui APBN tidak hanya ditampakkan pada pembangunan infrastruktur besar seperti jalan tol, tetapi juga merambah pada pembangunan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat desa. Seperti kegiatan yang berlangsung di Desa Sindangsari, Kabupaten Banten, Jumat (15/3), Menteri Keuangan bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersinergi dalam mengupayakan kesejahteraan masyarakat desa melalui program penyediaan air bersih dan sanitasi.
 
"Penyediaan air bersih dan sanitasi merupakan program pemerintah melalui PUPR yang dibiayai oleh APBN untuk semua desa di Indonesia yang memiliki kesulitan air bersih dan sanitasi," papar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
 
Bersama BUMN seperti PLN, pembangunan fasilitas desa juga dilakukan melalui pembuatan sambungan listrik ke masing-masing rumah. Sinergi ini telah mampu mendorong elektrifikasi dari 72.141 desa pada tahun 2016 menjadi 75.682 desa pada tahun 2017 berdasarkan rilis dari Kementerian ESDM.
 
"Jadi pemerintah itu bersinergi dalam pembangunan, atau istilahnya 'keroyokan' ingin membangun masyarakat," papar Sri Mulyani kepada para warga setempat.
 
Pentingnya bersinergi diharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok indonesia. Karena itulah di kesempatan berikutnya, dalam memberikan pengarahan di Kanwil DJKN Provinsi Banten, Sri Mulyani kembali menjelaskan hal tersebut.
 
 
"Sinergi itu tidak hanya di lingkup Kemenkeu tetapi juga di instansi lain. Tadi kita 'keroyokan' bersama dengan Menteri PUPR membangun sanitasi air di Desa Sindangsari. Dengan sinergi, maka mampu menyapu persoalan dalam pembangunan," kata Sri Mulyani.
 
Dengan didampingi oleh Dirjen Perbendaharaan serta pejabat Eselon I lingkup Kemenkeu lainnya, rangkaian acara di Desa Sindangsari bertajuk "Sinergi Program Pemerintah untuk Kesejahteraan Rakyat" yang diinisiasi oleh Kemenkeu c.q. Ditjen Perbendaharaan tersebut juga dihadiri oleh Pemprov Banten, Pemkab Serang, serta BUMN seperti bank pemerintah yang terhimpun dalam Himbara, PLN dan PDAM di wilayah Banten, serta stakeholder lain yang terlibat. Seluruh stakeholder menyajikan etalase pencapaian program dan wujud sinerginya masing-masing melalui booth yang ditampilkan membaur bersama warung dan lapak warga setempat dengan suasana desa yang alami. (DR/DK)