BERITA

SIMSERBA mewakili DiItjen Perbendaharaan dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019

Jakarta,djpb.kemenkeu.go.id – Sistem Sertifikasi Bendahara (SIMSERBA) yang merupakan inovasi layanan Ditjen Perbendaharaan menjadi salah satu wakil Kementerian Keuangan dalam presentasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara republik Indonesia (Kemen PAN-RB) di Jakarta, Selasa (02/07).

“Di Kementerian Keuangan terus dilakukan continuous improvement dan continuous innovation, walaupun tidak mudah bagi kita tapi harus kita lakukan untuk menuju visi kesempurnaan. Dalam upaya transformasi kelembagaan dan reformasi birokrasi kita berupaya betul dalam melakukan inovasi, termasuk di dalamnya ada empat yang menjadi Top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2019 yaitu SIMSERBA, e-filling, Mobile Tax Unit (MTU), dan Internship dan Secondment bagi Pemerintah Daerah (IdS),” ungkap Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam sambutan pembukaan presentasi dan wawancara top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2019.

Dirjen Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono mempresentasikan inovasi SIMSERBA di depan tim panel independen yang diketuai oleh J.B Kristiadi. Dalam kesempatan tersebut, para panelis memberikan pertanyaan seputar manfaat dan keunggulan SIMSERBA yang dapat dirasakan langsung oleh bendahara dan masyarakat luas.
 

“SIMSERBA merupakan sistem informasi manajemen untuk sertifikasi bendahara, kita tahu APBN volumenya lebih dari dua ribu triliun dan sebagian dari APBN dikeluarkan oleh bendahara yang tersebar di seluruh tanah air, oleh karena itu kami ingin memastikan bendahara memiliki kompetensi yang cukup sehingga perlu dilakukan sertifikasi. Sistem ini dibangun dengan berbasis web sehingga ujiannya dapat dilakukan secara online selama durasi sembilan puluh menit, namun sebelum melakukan ujian perlu dilakukan capacity building,” jelas Dirjen Perbendaharaan saat menjawab pertanyaan salah satu panelis.

Aplikasi SIMSERBA dikembangkan dan diluncurkan pada tahun 2016. Kementerian Keuangan saat ini telah menerbitkan sertifikat kepada 24.005 bendahara, sedangkan pemanfaatan Simserba yang sudah dapat di akses sekitar 29.427 orang. Pada tahun 2020 ditargetkan seluruh bendahara telah tersertifikasi. (tap)