BERITA

Workshop Model Cluster, Inovasi Solusi Masalah Penyusunan Laporan Keuangan

Purwokerto, djpbn.kemenkeu.go.id, - Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan KPPN Purwokerto menggelar acara workshop akuntansi dan penyusunan laporan keuangan di ruang rapat KPPN Purwokerto (14-15/11). Acara ini diinisiasi oleh Bidang Pembinaan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan (PAPK) Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan utama membidik satker-satker tertentu di wilayah KPPN Purwokerto yang terkendala terkait akuntansi dan penyusunan laporan keuangan. Dengan workshop tersebut diharapkan satker bisa menganalisis dan menelaah sehingga proses pembuatan laporan keuangan berjalan lancar, sehingga pada gilirannya akan menyumbang opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangannya.

Tim Seksi Vera KPPN Purwokerto yang terdiri atas Warnoto, Sri Nurhayati, Ari Purwati, Titi Winarti, dan Lucfiantara bertugas mengidentifikasi satker-satker yang terkendala dengan akuntansi dan pelaporan keuangannya. Sebagai hasilnya, didapatkan 20 satker yang dibagi dalam 2 hari. Dari setiap satker diundang 2 orang petugas yang menangani pelaporan. Hari pertama workshop diikuti oleh peserta 10 satker dari Kabupaten Purbalingga dan hari kedua 10 satker dari Kabupaten Banyumas. Dengan clustering demikian, diharapkan satker fokus dan kendala yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. 

Acara dibuka oleh Kepala KPPN Purwokerto Samin dan ditutup oleh Kepala Seksi Vera Warnoto. Sementara narasumber tim dari Seksi ASPLK (Analisa Statistik dan Penyusunan Laporan Keuangan) yaitu Sigit, Erna, dan Yuni. Materi demi materi disampaikan dengan runtut. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan lugas dan jelas. Berbagai persoalan yang dihadapi satker dikupas tuntas. Laporan keuangan satker dibedah dengan rinci. Workshop diakhiri dengan post test untuk mengetahui sejauh mana materi-materi yang telah disuguhkan dapat dicerna dan dipahami oleh satker.

Kanwil, KPPN, dan satker harus bersinergi dalam pembuatan laporan keuangan sehingga bisa menjamin laporan keuangan yang lebih baik dengan kriteria relevan, andal, dapat dibandingkan, dan dapat dipahami. Sehingga siapa pun yang membaca laporan tersebut langsung bisa mengetahui karena data yang ada sudah akurat dan mudah dimengerti. [Warnoto-Kontributor KPPN Purwokerto]

 

Oleh: Media Center Ditjen Perbendaharaan